Friday, 5 July 2013

10 hikmah puasa ramadhan



Ketika bulan ramadhan kita selalu berpikir apa hikmah yang kita dapat setelah berjuang puasa seharian.

1. Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.

2. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan padamanusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atassatu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan.Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.

3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi. Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid.Semuanya didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi, tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.

4. Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah. Di bulan Ramadhan kitapuasa, merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.

5. Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

6. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

7. Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagikita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

8. Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabahdalam berbagai halangan dan rintangan. Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.

9. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.

10. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita. Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya? Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan pada kita?

Wednesday, 10 April 2013

10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T


Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barang siapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."

Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."

Thursday, 4 April 2013

Tujuh Golongan Yang Akan Mendapat Naungan Allah SWT


oleh Abu Basyer
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,

Daripada Abu Hurairah r.a. Nabi SAW bersabda yang bermaksud :

“Tujuh golongan, Allah akan menaungi mereka pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya :

Pertama : Imam (pemimpin) yang adil.

Kedua : Pemuda yang membesar dengan beribadah kepada Allah.

Ketiga : Insan yang hatinya terpaut dengan mesjid.

Keempat : Dua insan yang berkasih sayang kerana Allah, mereka bertemu dan berpisah kerana Allah.

Kelima : Insan yang di ajak (di goda) oleh wanita yang berpangkat dan cantik, lalu ia berkata :

‘Sesungguhnya aku takutkan Allah’

Keenam : Insan yang bersedekah dengan cara yang tersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di belanjakan oleh tangan kanannya.

Ketujuh : Insan yang mengingati Allah secara bersunyian lalu menitiskan air matanya."
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan daripada hadis di atas , dapatlah kita mengambil pengajaran bahawa terdapat tujuh golongan manusia yang beriman dan bertakwa akan mendapat rahmat dan perlindungan daripada Allah SWT di hari akhirat nanti ketika itu tidak ada perlindungan lain yang akan dapat menyelamatkan manusia.

Sunday, 31 March 2013

Awak, awak, awak, saya nak beritahu ni



Jika awak TAK PANDAI berhias cantik-cantik ni tak apa,
Jika awak tak pandai nak makeup macam wanita lain tak apa,

Tapi awak mestilah pandai menjaga
KEHORMATAN DIRI, berusaha MEMPERBAIKI DIRI dan RAJIN mencari ILMU AGAMA..

Saya tahu, bila awak RAJIN mencari ilmu agama..kelak 'kecantikan' awak itu akan
KEKAL di hadapan saya..bahkan di syurga sana..

Jadilah WANITA SOLEHAH bukan sahaja untuk ibu bapa awak, tetapi juga untuk Allah dan RasulNya..

Bolehkan awak? ❤ :)

Thursday, 28 March 2013

7 Jenis Muka Mayat Di dalam Kubur




1) Mayat yang mukanya berpaling dari arah kiblat. Itulah petanda bahawa semasa hidupnya telah melakukan perkara syirik kepada Allah.

2) Mayat yang mukanya berbentuk babi. Itulah petanda semasa hidupnya tidak melakukan solat lima waktu, tidak menjaga solat lima waktu. Lalai dalam solatnya. Sesungguhnya solat dapat mencegah diri dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji dan mungkar ini banyak, bukan hanya berduaan di tempat gelap, minum arak, berjudi sahaja. Tak tutup aurat juga perbuatan keji. Bayangkanlah sejak dari baligh lagi kita tidak pernah menutup aurat, berapa banyak dosa yang telah dikumpulkan.

3) Mayat yang kepala menjadi batu yang hitam legam. Itulah mayat yang semasa hidupnya derhaka kepada kedua ibu bapa.

4) Mayat yang perutnya buncit dan meletup. Itulah mayat yang semasa hidupnya suka makan harta yang haram. Harta yang haram banyak contohnya. Antaranya mencuri... harta yang haram. Merompak... harta haram. Melesapkan duit kawan... harta yang haram.

5) Mayat yang kukunya mencengkam dan meliliti seluruh tubuhnya. Itulah mayat yang semasa hidupnya suka berkelahi, mengata orang dan mengumpat orang.

6) Mayat yang keluar mata air dari kuburnya dan air itu baunya lebih busuk dari bangkai. Itulah mayat orang yang suka makan riba'.

7) Mayat yang wajahnya tersenyum. Itulah mayat yang semasa hidupnya berilmu dan beramal soleh.

Sunday, 24 March 2013

Kisah Bilal bin Rabah selepas kewafatan Rasulullah SAW



Setelah Rasulullah wafat , semua sahabat Rasulullah betul betul rasa kehilangan dan sangat sedih. salah seorang sahabat Rasulullah yang berasa demikian ialah BILAL BIN RABAH r.a.. selepas kewafatan Baginda, Bilal terus berhijrah ke Syam (sekarang SYRIA). Ini gara-gara kerana beliau yang sangat sedih . Pernah ada suatu hari tu, waktu Saidina Umar Al Khatab jadi pemerintah, bertanya kepada para sahabat. "Di mana Bilal ?" dan sahabat menjawab, "Ya Amirul mukminin, Bilal ada di Syam"

Pada suatu hari, Bilal telah bermimpi Rasulullah yang macam beri petanda untuk Bilal menziarahi Baginda di Madinah. kemudian, Bilal pun berangkat ke Madinah semula. Sampai sahaja di Madinah, Bilal berjjumpa para sahabat kan. Saidina Abu Bakar dengan Saidina Umar Al khattab ni pun menyuruh Bilal melaungkan azan memandangkan bumi Madinah sudah lama tidak dihujani suara azan Bilal. Tetapi, apakan daya, Bilal menolak permintaan mereka . Para sahabat mengerti akan perasaan Bilal yang tidak mampu melaungkan azan sepertimana yang pernah beliau laungkan azan untuk Rasulullah waktu dulu. setiap sudut, setiap ketika, kenangan bersama Rasulullah sentiasa bermain di fikiran Bilal.

(ada satu sumber ni menyatakan, ketika zaman Rasulullah masih ada, sebelum Bilal naik ke menara masjid utk laungkan azan, Bilal tak pernah lupa utk mengetuk sebuah bilik kecil di bahagian bawah tangga itu dimana itu ialah bilik Rasulullah. sebab itulah, selepas wafatnya Baginda, Bilal berasa tersangatlah sayu untuk melaungkan azan di Madinah kerana sebelum ke atas menara tersebut, pasti akan melalui bilik kecil tersebut.)

Kemudian setelah permintaan sahabat ditolak, datanglah dua orang cucu kesayangan Rasulullah SAW, iaitu Hasan dan Husin. mereka berlari lari anak kepada Bilal dan betapa Bilal berasa senang hati dan sejuknya pandangan sehingga Bilal memeluk permata Rasulullah tu erat erat. diciumnya mereka seperti mana Bilal mencium Rasulullah ketika hidup. Tiba-tiba Hassan dan Husin meminta Bilal untuk melaungkan azan sepertimana beliau pernah laungkan sewaktu Rasulullah hidup dahulu. oleh sebabnya kasihnya Bilal kepada Baginda, dan mengenangkan bahawa Hasan dan Husin itu keturunan Baginda, Bilal bersetuju untuk melaungkan azan.

Eetelah sekian lama , kini Bilal bin Rabah membuat kemunculan dengan melaungkan azan buat pertama kalinya setelah kewafatan Rasulullah SAW di Madinah. apabila azan dilaungkan, seluruh pelusuk penduduk Madinah terkejut, semangat dan terus keluar daripada rumah masing masing dan menyangka bahawa Rasulullah telah hidup kembali kerana kerinduan mereka kepada Baginda apabila terdengar azan yang dilaungkan Bilal, memang mereka ingat yang Baginda seolah olah hidup kembali.

Bilal bin Rabah pun memulakan azan dengan menyebut الله أكبر الله أكبر , seluruh penduduk terdiam . Kali kedua Bilal sebut الله أكبر الله أكبر , bercucuran air mata para sahabat :') . mereka merasakan seperti Rasulullah ada bersama mereka ketika tu . Bilal kemudiannya menyebut أشهد أن لا إ له إلا الله , dan bila Bilal sebut أشهد أن محمدا رسول الله , Beliau terus terduduk dan menangis teresak esak . Para sahabat datang kepada Bilal , tanya kenapa dangan beliau . Beliau berkata "aku amat merindui Rasulullah . Dan sewaktu aku menyebut أشهد أن محمدا رسول الله aku seperti ternampak nampak Rasulullah sedang datang untuk solat bersama sama kita" .

Setelah penduduk mengetahui perkara sebenar (dan jangkaan mereka mengenai Rasulullah kembali itu tidak betul) mereka teruss menangis kerana perasan RINDU YANG TERAMAT SANGAT terhadap junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. :'(. laungan azan Bilal bin Rabah yang begitu indah mengembalikan setiap detik dan saat bersama Rasulullah ketika dahulu.

Friday, 22 March 2013

asalnya kejadian api di dunia ini



Setelah nabi Adam ASdihantar ke
dunia kerana kesalahannya memakan
buah larangan maka Allah SWT telah
memerintahkan malaikat Jibril AS
supaya mengambil api dari neraka
untuk dihantar ke dunia untuk
kegunaan nabi Adam AS. Maka Jibril
AS pun diperintahkan utk meminta api
tersebut daripada malaikat penjaga
api neraka iaitu Zabaniah.

Jibril : wahai zabaniah, aku diperintah
utk mengambil sedikit api neraka utk
dihantar ke dunia bagi kegunaan
Adam AS.

Zabaniah : sebanyak mana sedikit itu ?

Jibril : sebesar kurma. .

Zabaniah : kalau sebesar buah kurma api neraka itu engkau bawa nescaya akan cairlah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi akibat kepanasanya.

Jibril : kalau begitu berilah aku sebesar separuh dari buah kurma…

Zabaniah : kalau sebesar separuh buah kurma api neraka ini engkau letakkan di dunia nescaya tidak akan turun walaupun setitik hujan dari langit dan tidak ada suatu pun tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti.. Memandangkan keadaan yang rumit ini maka Jibril AS pun menghadap Allah untuk mendapatkan saiz yg perlu di hantar ke dunia. Allah SWT pun memerintahkan supaya Jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka utk di bawa ke dunia. Maka Jibril AS pun mengambil api neraka sebesar zarah dari Zabaniah tetapi oleh kerana kepanasan yg keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa disejukkan dengan mencelupnya sebanyak 70 kali kedalam sungai di syurga dan sebanyak 70 buah sungai. Selepas itu Jibril AS pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakkan diatas sebuah bukit yg tinggi.Sejurus setelah diletakkan api tersebut,tiba- tiba bukit itu terus meleleh dan cair.Maka cepat-cepat malaikat Jibril mengambil semula api tersebut dan menghantar semula ke neraka. Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini seperti api yg sering kita gunakan untuk pelbagai keperluan termasuk api gunung berapi dan sebagainya.